Perjuangan Tangguh Waka Humas H. Rouf Mubarok, S.T. Kawal Agenda Sekolah Meski Dibayangi Saraf Terjepit
JURNALIS MUHLIBAT — Di balik suksesnya rangkaian agenda sekolah dan maraknya syiar publikasi SMK Muhammadiyah 5 Babat (Muhlibat), tersimpan kisah perjuangan fisik dan dedikasi luar biasa yang tak banyak diketahui publik. Sosok Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas), H. Rouf Mubarok, S.T., menjadi garda terdepan yang tak lelah memikul tanggung jawab besar operasional serta kemitraan strategis sekolah.
Belakangan ini, beban kerja serta amanah yang diemban sosok yang akrab disapa Haji Rouf tersebut berada di puncaknya. Berbagai program prioritas ditanganinya secara marathon demi menjaga ritme, keteraturan, dan akselerasi kemajuan Muhlibat.
🚌 Kunjungan Industri Jadi Tugas Utama: Lintas Peran Hingga Matangkan PKL November
Sebagai Waka Humas, prioritas utama Haji Rouf adalah mengawal agenda Kunjungan Industri (KI) agar terealisasi dengan sukses. Beliau turun tangan langsung membenahi dan menata ulang persiapan KI yang sempat menghadapi kendala serta mengalami penundaan sebanyak dua kali. Imbas dari penyesuaian jadwal ini, pelaksanaan KI untuk siswa kelas X akhirnya diundur dan dijadwalkan ulang hingga para siswa memasuki jenjang kelas XI.
Tak sebatas ranah kehumasan, Haji Rouf juga pasang badan membantu jajaran Waka lainnya dalam merapikan berbagai kebutuhan internal sekolah, di antaranya:
- 🏫 Penataan & Pembagian Ruangan: Memastikan pembagian kelas dan ruang belajar berjalan rapi.
- 📚 Penertiban Suasana Belajar: Menjaga kondusivitas kelas agar proses belajar-mengajar guru berjalan lancar.
- 💼 Kesiapan PKL Kelas XII: Mengawal kematangan persiapan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dijadwalkan pada bulan November mendatang.
Proses pembenahan yang menyeluruh dan kompleks ini memang memicu penyesuaian alur program sekolah. Namun, berkat kerja keras pantang menyerah serta koordinasi intensif lintas pihak, insyaAllah agenda Kunjungan Industri bagi siswa yang kini naik ke kelas XI siap direalisasikan pada bulan Agustus mendatang, yang kemudian disusul persiapan PKL Kelas XII pada bulan November.
Di samping agenda KI dan pembenahan internal, beliau juga sukses mengawal seluruh rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga tuntas, seraya tetap konsisten memantau pembiasaan ibadah siswa di Aula Musola Kampus 2 Lantai 3.
🩺 Berjuang Melawan Lelah dan Riwayat 2 Kali Operasi Saraf Terjepit
Di usianya yang menginjak 41 tahun, padatnya mobilitas dan tingginya ritme kerja memaksa fisik Haji Rouf bekerja ekstra keras. Beban pengabdian yang intensif ini tak jarang memunculkan kelakar hangat di lingkungan sekolah—sebuah gimmick yang sering berseloroh bahwa di usianya saat ini, raut wajahnya tampak semakin matang serta rambutnya mulai menipis demi memikirkan agenda-agenda besar sekolah.
Namun, ujian sejati terletak pada kondisi kesehatannya. Beliau harus bertarung dengan rasa nyeri hebat akibat saraf terjepit (pinched nerve) di bagian punggung. Perjuangan ini bukanlah hal baru—fisiknya bahkan telah melewati dua kali tindakan operasi. Masalah tulang belakang yang berulang ini bukan perkara ringan; rasa sakit yang menjalar tak jarang membatasi gerak fisiknya secara drastis.
Bahkan, beliau kini sudah tak lagi mampu berjalan dengan normal. Langkah kakinya sering kali tampak terhuyung-huyung, menahan sengatan rasa sakit yang teramat sangat setiap kali melangkah. Meski kondisinya tertatih dan geraknya terbatas, beliau tak sedikit pun menunjukkan rasa putus asa.
Di saat tubuhnya sangat membutuhkan istirahat, Haji Rouf tetap memilih hadir di garis depan, menyusuri koridor sekolah dan mengawal kelancaran seluruh program Humas serta agenda besar Muhlibat.
💬 “Dedikasi Tanpa Batas Demi Kemajuan Sekolah”
“Kunjungan Industri ini adalah tugas utama Waka Humas yang sangat krusial. Secara fisik kondisi punggung beliau memang sedang diuji berat karena saraf terjepit yang sudah dioperasi dua kali. Sekarang jalan pun sudah tidak bisa normal, langkahnya sering terhuyung-huyung menahan sakit. Tapi dedikasi beliau sungguh luar biasa, di usia 41 tahun ini beliau tetap memaksakan tubuhnya bekerja keras demi sekolah.
Beliau bekerja sendirian membenahi agenda KI yang sempat berantakan—termasuk menyesuaikan jadwal KI siswa kelas X yang diundur hingga mereka naik ke kelas XI—serta ikut menata kelas, pembagian ruangan, penertiban kelas agar guru bisa mengajar dengan lancar, hingga persiapan PKL kelas XII bulan November mendatang. InsyaAllah bulan Agustus ini KI siap tuntas,”
— Ungkap salah satu rekan sejawat di Muhlibat.
🤲 Pengabdian dan Harapan Doa Warga Sekolah
Totalitas H. Rouf Mubarok, S.T. dalam mengemban tugas utama Waka Humas sekaligus menopang dinamika internal sekolah menjadi cerminan nyata komitmen seorang pemimpin. Kehadiran, kerja keras, dan keteladanannya di lapangan—meski harus melangkah terhuyung-huyung menahan sakit—menjadi sumber inspirasi yang sangat menyentuh bagi seluruh warga sekolah.
🌟 Doa Bersama Keluarga Besar Muhlibat
Keluarga besar SMK Muhammadiyah 5 Babat menyatukan doa agar H. Rouf Mubarok, S.T. (Haji Rouf) senantiasa dianugerahi kekuatan, ketabahan, serta kesembuhan yang diangkat sempurna oleh Allah SWT dari sakit saraf terjepitnya. Semoga beliau kembali sehat bugar dan dapat melangkah tegap kembali untuk terus bersama memajukan SMK Muhlibat. Amin.
(Editor: Jurnalis Muhlibat)
