Awali KBM Baru dengan Semangat Positif, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Babat Tegaskan: “Stop Bullying, Ciptakan Sekolah Ramah Anak!”

Islamik Muhlibat, 20 Juli 2026Laporan oleh: Tim Jurnalis SMK Muhlibat – Memasuki awal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran baru, SMK Muhammadiyah 5 Babat (SMK Muhlibat) langsung tancap gas menanamkan nilai-nilai karakter positif kepada para siswanya. Langkah awal ini ditandai dengan pelaksanaan apel pagi perdana yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat di halaman sekolah.

Menariknya, apel pagi kali ini mengusung tema yang sangat krusial dan sedang hangat di dunia pendidikan: “Katakan Tidak pada Bullying (Perundungan)!”.

Pesan Tegas Kepala Sekolah: Sekolah adalah Rumah Kedua yang Aman

Bertindak langsung sebagai Pembina Apel, Kepala SMK Muhammadiyah 5 Babat, A. Ghofur, S.Pd., memberikan amanat yang membakar semangat sekaligus menyentuh hati seluruh peserta apel.

Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa kenyamanan belajar di sekolah dimulai dari rasa aman yang dirasakan oleh setiap siswa tanpa terkecuali.

📢 “Sekolah ini adalah tempat kalian menuntut ilmu, mengukir prestasi, dan merajut masa depan. Tidak boleh ada satu pun murid di SMK Muhlibat yang merasa takut, terancam, atau terkucilkan karena tindakan perundungan. Bullying bukan sekadar candaan, melainkan racun yang merusak mental generasi bangsa!”

— A. Ghofur, S.Pd. (Kepala SMK Muhammadiyah 5 Babat)

Kenali Bentuk Bullying Sejak Dini

Di hadapan ratusan siswa baru dan kakak kelas mereka, A. Ghofur, S.Pd. mengupas tuntas jenis-jenis perundungan yang kerap tidak disadari oleh para remaja. Beliau membaginya ke dalam tiga poin penting yang harus dihindari:

  1. 🚫 Bullying Fisik: Tindakan kekerasan seperti memukul, mendorong, atau merusak barang milik orang lain.
  2. 🗣️ Bullying Verbal: Penggunaan kata-kata kasar, mengejek, memanggil dengan nama julukan yang buruk, hingga menyebarkan rumor negatif.
  3. 📱 Cyberbullying (Perundungan Siber): Menghujat, menyebarkan aib, atau mengucilkan teman di media sosial (WhatsApp, Instagram, TikTok, dll).

“Zaman sekarang, jempol kalian di media sosial bisa menjadi senjata yang melukai hati teman sendiri. Mari gunakan teknologi untuk saling menyemangati, bukan menjatuhkan,” tambah beliau.

Komitmen Bersama di Awal KBM Baru

Momentum awal KBM baru ini dijadikan sebagai tonggak deklarasi anti-bullying di lingkungan SMK Muhammadiyah 5 Babat. Kepala Sekolah mengajak seluruh warga sekolah—mulai dari guru, staf, hingga siswa—untuk saling menjaga dan berani melapor jika melihat tindakan perundungan.

Beberapa langkah preventif yang ditekankan oleh sekolah antara lain:

  • Saling Menghargai Perbedaan: Menjadikan keberagaman latar belakang siswa sebagai kekuatan, bukan pemisah.
  • Layanan Konseling Terbuka: Siswa diimbau tidak ragu melapor ke Guru BK atau wali kelas jika mengalami atau melihat indikasi perundungan.
  • Penerapan Akhlaqul Karimah: Menyelaraskan visi sekolah Muhammadiyah yang unggul dalam IPTEK serta kokoh dalam IMTAK (Iman dan Takwa).

Atmosfer Hangat dan Penuh Harapan

Apel pagi ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran proses belajar mengajar selama satu tahun ke depan. Terlihat raut wajah optimis dari para siswa baru yang siap memulai petualangan akademik mereka di SMK Muhlibat dengan lingkungan yang bersih dari perundungan.

Dengan dimulainya KBM baru yang berfokus pada karakter ramah anak ini, SMK Muhammadiyah 5 Babat membuktikan komitmennya bukan hanya mencetak lulusan yang siap kerja dan kompeten, tetapi juga generasi yang beradab, berempati, dan berakhlak mulia.

Repoter: Islmik Jurnalis