Dedikasi Abdul Aziz Tak Pernah Padam di SMK Muhammadiyah 5 Babat
ISLAMIK MUHLIBAT — Usia boleh saja memasuki kepala lima akhir, namun semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tak pernah surut sedikit pun. Itulah gambaran tepat untuk sosok Abdul Aziz, S.Pd. (59), guru mata pelajaran PPKn senior di SMK Muhammadiyah 5 Babat (Muhlibat) Lamongan, Selasa (28/7/26).
Meskipun telah memasuki usia 59 tahun dan mengabdikan dirinya selama lebih dari 40 tahun, beliau tetap menunjukkan vitalitas serta loyalitas luar biasa demi para siswanya.
Uniknya, ketulusan pengabdian Pak Aziz yang begitu panjang menorehkan jejak mendalam di sekolah ini. Menariknya, hampir separuh dari jajaran guru yang mengajar di SMK Muhammadiyah 5 Babat saat ini adalah mantan murid beliau sendiri sewaktu sekolah dulu.
Khazanah perjalanannya mendidik generasi ke generasi kini berbuah manis, di mana beliau kini mengabdi bahu-membahu bersama para alumni yang dulu pernah duduk di bangku kelasnya.
🏍️ Menembus Jarak Kampus 1 ke Kampus 3 Demi Tugas Pengabdian
Pemandangan Pak Aziz yang tetap sigap bolak-balik berpindah dari Kampus 1 (Jl. Rumah Sakit) ke Kampus 3 (Jl. Dr. Soetomo, Dusun Pereng) hingga hampir tiga kali dalam sehari sudah menjadi rutinitas yang menginspirasi bagi seluruh warga sekolah.
Jarak tempuh antar-kampus sejauh sekitar 5 kilometer tak menyurutkan langkah sang guru PPKn ini untuk terus menunaikan tugas pengabdian.
🔥 Semangat Mengajar yang Tak Padam oleh Zaman
Mengajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) selama lebih dari empat dekade sejak masa mudanya hingga kini berusia 59 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Menempuh perjalanan sejauh 5 km setiap kali harus berpindah lokasi mengajar—bahkan hingga 3 kali bolak-balik dalam satu hari—seolah menjadi bukti nyata ketangguhan fisiknya.
“Bagi saya, mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan ibadah dan pengabdian. Melihat anak-anak didik saya dulu kini sukses dan bahkan menjadi rekan sejawat mengajar di MUHLIBAT adalah kebanggaan yang tak ternilai. Selama Allah masih memberi kesehatan di usia 59 tahun ini, saya akan terus mengajar,”
— Abdul Aziz, S.Pd.
Meskipun demikian, keharusan melintasi jarak antar-kampus berkali-kali di usianya saat ini membuat banyak pihak—termasuk para mantan muridnya—merasa kasihan dan merasa tidak adil atas beban jadwal yang harus beliau tanggung.
🚨 Sorotan Sekuriti Sekolah: Perlunya Evaluasi Kebijakan
Dedikasi tanpa henti ini tak hanya dirasakan oleh para pengajar, tetapi juga oleh para staf dan petugas keamanan sekolah. Abu Naim, sekuriti SMK Muhammadiyah 5 Babat yang juga merupakan mantan murid Pak Aziz semasa sekolah dulu, mengungkapkan rasa kasihan sekaligus pandangannya terkait kondisi jadwal pengabdian gurunya tersebut.
“Jujur, kadang saya merasa kasihan melihat beliau. Seharusnya jangan berpindah-pindah lagi, kasihan beliau mengingat usianya yang sudah 59 tahun. Tapi sekencang apa pun beliau bermotor, pasti waktunya terhambat di jalan karena jaraknya lumayan. Seharusnya kondisi seperti ini harus dievaluasi oleh kepala sekolah,”
— Abu Naim (Sekuriti SMK Muhlibat / Alumni)
🌟 Inspirasi dan Teladan Bagi Seluruh Warga Sekolah
Kehadiran sosok guru PPKn senior ini menjadi panutan nyata di lingkungan sekolah. Para guru muda serta seluruh staf yang mayoritas pernah menjadi muridnya menganggap beliau sebagai figur orang tua sekaligus mentor senior yang selalu memberikan teladan tentang kedisiplinan, nilai-nilai kebangsaan, konsistensi, dan keikhlasan.
Berikut adalah tiga pilar utama yang membuat sosok Abdul Aziz, S.Pd. begitu dihormati:
- ⏰ Ketepatan Waktu: Selalu berusaha hadir tepat waktu di kelas, tanpa peduli padatnya jadwal mengajar walau harus bolak-balik Kampus 1 dan Kampus 3 hingga 3 kali sehari.
- 👨👦 Pendekatan Kebapaan: Mengayomi siswa maupun warga sekolah yang dulu muridnya dengan penuh kesabaran dan kearifan.
- 🛡️ Integritas Tinggi: Menjaga marwah dan nama baik sekolah MUHLIBAT dengan ketulusan bekerja selama puluhan tahun.
🌳 Dedikasi Tanpa Batas
Di era modernisasi sekolah vokasi seperti sekarang, SMK Muhammadiyah 5 Babat terus berkembang pesat. Namun, kemajuan infrastruktur dan fasilitas sekolah tentu tak lepas dari fondasi kokoh yang telah ditancapkan oleh para pendidik veteran seperti Pak Aziz.
Pengabdian lebih dari 40 tahun hingga usianya yang kini menyentuh 59 tahun serta berhasil mencetak generasi penerus yang kini ikut mengabdi di MUHLIBAT menjadi bukti nyata bahwa menjadi guru adalah panggilan jiwa.
SMK Muhammadiyah 5 Babat (MUHLIBAT) patut bangga memiliki sosok pahlawan tanpa tanda jasa seperti Abdul Aziz, S.Pd., yang hingga hari ini terus menginspirasi lewat langkah nyatanya menembus jarak Kampus 1 hingga Kampus 3.
Editor: Tim Jurnalis
